“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa lepas? Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah SWT, Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah SWT bagi orang yang beriman” (Surah al-Nahl:79)
Muqaddimah
Assalamualaikum dan selamat datang ke blog areMaL. Blog ini adalah merupakan blog sendirian berhad. Segala yang tercatat dalam blog ini adalah hak pemilik blog kecuali diberitahu. Jika terdapat kesalahan fakta, kesalahfahaman isu atau yang berkaitan dengannya sila hubungi terus blogmaster :D
Jika Allah swt tidak menolongmu apa-apa yang kamu hendak, Nescaya tidak mungkin makhluk dapat menolongmu,Jika Dia tidak menunjukkanmu pada setiap jalan, Nescaya sesatlahmu sekalipun pakar yang menunjukkannya.Perjalanan ini akan terhenti sekejap di lampu isyarat, dan akan diteruskan apabila lampunya bertukar HIJAU. Bersabarlah sekejap menunggu warna HIJAU itu, sementara warna MERAH dan KUNING silih berganti. Tapi ingat enjin jangan dimatikan!" TGNA
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
05 May 2011
Terbang di Angkasa
06 April 2011
A Wise Young Muslim Boy
Many years ago, during the time of the Tabi'in (the generation of Muslims after the Sahabah), Baghdad was a great city of Islam. In fact, it was the capital of the Islamic Empire and, because of the great number of scholars who lived there, it was the center of Islamic knowledge.
One day, the ruler of Rome at the time sent an envoy to Baghdad with three challenges for the Muslims. When the messenger reached the city, he informed the khalifah that he had three questions which he challenged the Muslims to answer.
The khalifah gathered together all the scholars of the city and the Roman messenger climbed upon a high platform and said, "I have come with three questions. If you answer them, then I will leave with you a great amount of wealth which I have brought from the king of Rome." As for the questions, they were: "What was there before Allah?" "In which direction does Allah face?" "What is Allah engaged in at this moment?"
One day, the ruler of Rome at the time sent an envoy to Baghdad with three challenges for the Muslims. When the messenger reached the city, he informed the khalifah that he had three questions which he challenged the Muslims to answer.
The khalifah gathered together all the scholars of the city and the Roman messenger climbed upon a high platform and said, "I have come with three questions. If you answer them, then I will leave with you a great amount of wealth which I have brought from the king of Rome." As for the questions, they were: "What was there before Allah?" "In which direction does Allah face?" "What is Allah engaged in at this moment?"
05 April 2011
(Palestine) أين جند المسلمين
16 February 2011
Wanita Sejati
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Abi, ceritakan padaku tentang wanita sejati".
Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum, "Anakku, Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, melainkan dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tububnya yang mempesona, melainkan dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya. Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, melainkan dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu. Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, melainkan dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, melainkan dari bagaimana cara ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya. "Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.
Ketahuilah putriku, "Wanita sejati bukan dilihat dari keberanian dalam berpakaian, melainkan sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya. Wanita sejati bukan dilihat dari kekhuaritan dirinya digoda orang di jalan, melainkan kekhuatiran dirinyalah yang mengundang orang tergoda. Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, melainkan sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa sabar dan syukur dan ingatlah, Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, melainkan sejauh mana ia bisa mejaga kehormatan dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Teladanilah mereka!"
Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "Isteri-isteri RASULULLAH"
p.s. Bagaimana pula untuk lelaki sejati? Teladanilah Rasulullah S.A.W. sebaik-baik ikutan.
02 February 2011
Hijab - Give Me A Break!
A : "I'm so tired."
B :"Tired of what?"
A : "Of all these people judging me."
B : "Who judged you?"
A : "Like that woman, every time I sit with her, she tells me to wear hijab."
B : "Oh, hijab and music! The mother of all topics!"
B :"Tired of what?"
A : "Of all these people judging me."
B : "Who judged you?"
A : "Like that woman, every time I sit with her, she tells me to wear hijab."
B : "Oh, hijab and music! The mother of all topics!"
01 February 2011
Air Mata
Kata ahli Hikmah,Dunia ini dimulai dengan tangis, dicelahi oleh tangis dan diakhiri dengan tangis.
Menangis adakalanya dituntut oleh syariat. Abid yang menyintai Tuhan akan selalu menangis mengenangkan dosanya.Mereka memaksa diri menangis apabila mengenang nasib diri di hari akhirat dan membayangkan huru-hara pabila menjelang kiamat.Dalam hal ini menangis adalah dituntut. Setitis airmata yang jatuh kerana takutkan Allah akan dapat memadamkan api neraka di hari akhirat kelak.
Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w bersabda bahawa air mata dari tangisan pembuat dosa yang bertaubat adalah lebih disukai Allah dari tasbih para wali. Rasulullah s.a.w juga ada bersabda: "Kejahatan yang dibuat lalu menimbulkan rasa sedih adalah lebih baik dari kebaikan yang menimbulkan rasa takbur."Anas r.a berkata: Pada suatu hari Rasulullah s.a.w berkhutbah, lalu baginda bersabda dalam khutbahnya itu: " Andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui, nescaya kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis." Anas berkata: seketika itu para sahabat menutup muka masing-masing sambil menangis teresak-esak.
Hari ini manusia terus menangis dan menangis, tetapi tangisan mereka amat jauh bezanya dengan tangisan para Nabi, Rasul dan sahabat.Jika orang soleh zaman dahulu menangis kerana mengenang nasibnya diakhirat tetapi orang hari ini menangis kerana takut kehilangan dunia. Tangisan ini datangnya dari sifat tamak dan tidak redha.Kalau orang soleh takut berpisah dengan iman dan kecintaannya pada Allah, orang hari ini takut berpisah dengan dosa dan maksiat. Jika para Nabi dan rasul serta para sahabat takut menghadapi akhirat, orang hari ini seolah-olah berani dan tidak takut menghadapinya. Tetapi bila orang soleh berani menghadapi gelombang hidup duniawi, orang hari ini takut dan lemah hati dalam menghadapi kegagalan dan kekecewaan dalam hidup.
Menangis dan menangislah tapi biarlah kena pada tempatnya yang dibolehkan oleh agama. Apa akan jadi jika kita gagal diakhirat? Inilah sebenarnya kegagalan yang total...jadi kalau perkara ini yang kita tangiskan, memang kenalah pada tempatnya. Abu Hummah(Shadujja) Bin Adilan Albahily r.a berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w:"Tiada suatu yang lebih disukai oleh Allah dari dua titis dan dua bekas. Titisan airmata kerana takut kepada Allah dan titisan darah dalam mempertahankan agama Allah. Adapun dua bekas adalah bekas dalam perjuangan fisabilillah dan bekas perjuangan kewajiban kepada Allah."(Riwayat Attirmizi).
24 January 2011
Ada Setan dalam Cermin ?
Cermin, sebuah benda yang memantulkan wajah dan perawakan serta penampilan keseluruhan seorang wanita dari atas sampai bawah. Cermin jelas sangat dibutuhkan dan diperlukan semua wanita di seluruh dunia. Wanita akan melihat dirinya di kaca, di saat itu pikirannya akan mulai menghayal ini dan itu, dan setanpun mulai membisiki si wanita dengan bisikan yang seru namun perlahan-lahan diikuti sang wanita seperti “alangkah baiknya bila pipiku merona merah seperti artis sinetron si anu..” maka dibubukanlah perona pipi pada wajahnya. Selain itu kejengkelan melihat kelopak mata yang sipit menimbulkan kenginan kuat untuk merubah kelopak matanya agar sedikit lebih lebar yang tentunya akan membuat banyak lelaki terpana.
09 January 2011
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.
Sahabatku, terlalu banyak nikmat yang Allah SWT kurniakan kepada kita dalam kehidupan kita selama ini. Bagaimana kita akan menghitungnya. Setiap detik kita bernafas, setiap saat jantung berdenyut, setiap detik mata berkelip. Tak termampu kita menghitung nikmat yang di beri.
Syukur ke hadrat Allah SWT yang melimpah segala nikmat hidup lebih-lebih lagi menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang telah di beri nikmat Islam dan Iman.
Justeru itu Allah SWT berseru kepada kita berulangkali sebanyak 31 kali dalam Surah lah-Rahman:
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan".
Antara nikmat yang di beri ialah sepasang kaki buat kita berjalan kesana sini buat mencari rezeki Allah di bumi yang luas ini. Besarnya nikmat mempunyai sepasang kaki. Tanpanya tiada upaya kita untuk bergerak bebas melakukan kerja seharian. Sahabatku, kemanakah seharian kaki ku kaki mu melangkah pergi? Adakah kaki ku kaki mu rajin benar melangkah ke tempat-tempat maksiat dan tempat-tempat hiburan yang melalaikan buat melampias nafsu serakah dan menghabiskan usia yang memang singkat ini.
Syukur ke hadrat Allah SWT yang melimpah segala nikmat hidup lebih-lebih lagi menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang telah di beri nikmat Islam dan Iman.
Justeru itu Allah SWT berseru kepada kita berulangkali sebanyak 31 kali dalam Surah lah-Rahman:
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan".
Antara nikmat yang di beri ialah sepasang kaki buat kita berjalan kesana sini buat mencari rezeki Allah di bumi yang luas ini. Besarnya nikmat mempunyai sepasang kaki. Tanpanya tiada upaya kita untuk bergerak bebas melakukan kerja seharian. Sahabatku, kemanakah seharian kaki ku kaki mu melangkah pergi? Adakah kaki ku kaki mu rajin benar melangkah ke tempat-tempat maksiat dan tempat-tempat hiburan yang melalaikan buat melampias nafsu serakah dan menghabiskan usia yang memang singkat ini.
07 December 2010
Ibnu Mas'ud berkata : "perkara yang paling sedih apabila tibanya tahun baru adalah umurku bertambah tetapi amalanku tidak bertambah"
21 October 2010
Kepantasan yang hakiki adalah engkau lipatkan jarak dunia dari kamu sehingga engkau melihat akhirat lebih dekat kepada kamu dari diri kamu sendiri.
16 October 2010
Hati Yang Hidup dan Hati Yang Mati
Hati adalah sebuah medan peperangan antara tentera ruh atau karakter-karakter spiritual serta berbagai temperamen yang terpuji, di satu sisi, dan tentara nafsu atau karakter-karakter nafsu dan berbagai temperamen tercela, di sisi yang lain. Jika hati jatuh ke dalam pengendalian nafsu dan sifat sifatnya, maka hati menjadi mati, sedangkan jika hati terisi dengan sifat sifat spiritual dan kemanusiaan, hati akan hidup, dan seseorang yang memiliki hati demikian disebut shahib al qalb (yang memiliki hati) dan dikenal sebagai orang yang berhati (ahl al qalb).
Kebanyakan hati manusia berada dalam keadaan fluktuasi antara hati yang mati dan hati yang hidup, walaupun sebagian besar lebih cenderung ke arah hati yang mati, sementara hanya sedikit jumlahnya yang cenderung ke arah hati yang hidup.
Ketika seseorang bertanya kepada Junaid bilamana hati benar benar berisi, dia menjawab, "Apabila hatinya itu adalah hati yang sebenarnya".
Kebanyakan hati manusia berada dalam keadaan fluktuasi antara hati yang mati dan hati yang hidup, walaupun sebagian besar lebih cenderung ke arah hati yang mati, sementara hanya sedikit jumlahnya yang cenderung ke arah hati yang hidup.
Wahai hati, duduklah dengan orang yang mengenal hatinya;
Pergilah ke bawah pohon yang memiliki bunga bunga segar.
Ketika seseorang bertanya kepada Junaid bilamana hati benar benar berisi, dia menjawab, "Apabila hatinya itu adalah hati yang sebenarnya".
02 September 2010
Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!
Laylatul Qadar atau Malam al-Qadar telah diketahui umum sebagai malam yang amat istimewa buat seluruh umat Islam. Ia berdasarkan ayat al-Quran dari surah al-Qadr. Firman Allah SWT:
Ertinya: "Malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan" (Al-Qadr: 2).
Di Malam ini jugalah Nabi SAW bersungguh-sungguh beribadat melebihi malam-malam Ramadhan yang lain. Disebutkan di dalam sebuah hadith:
Ertinya: Adalah Nabi SAW, beribadat dengan (lebih) bersungguh dan kuat di sepuluh malam terakhir Ramdhan, tidak sebagaimana baginda di malam-malam yang lain" (Riwayat Muslim, no 1175)
Sebuah lagi hadis menyebut:
انه كان يعتكف فيها ويتحرى ليلة القدر خلالها
Ertinya: "Adalah Nabi SAW beriktikaf padanya dan berusaha mencari malam al-qadar darinya (malam-malam ramadhan)" (Riwayat al-Bukhari & Muslim)
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا دخل العشر أحيا الليل وأيقظ أهله وشد مئزره
Ertinya: "Apabila telah masuk 10 terakhir bulan Ramadhan, maka Nabi menghidupkan malam, mengejutkan isterinya dan mengetatkan kainnya (tidak menyetubuhi isterinya kerana amat sibuk dengan ibadat yang khusus)" (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
11 August 2010
Andai Ini Ramadhan Terakhir
wahai dikau... renunglah engkau akan nasib diri
wahai qalbu... sedarkah engkau akan gerak hati
wahai aqal... terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi
andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali
buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
kematian... adalah sesuatu yang pasti
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
biarpun anak tekak kering kehausan air
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu... kepadaNya Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjai... sungguh khusyuk lagi tawadhu' tubuh,
minda, dan qalbu... bersatu memperhamba diri mengadap Rabbul Jalil...
wahai qalbu... sedarkah engkau akan gerak hati
wahai aqal... terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi
andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali
buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
kematian... adalah sesuatu yang pasti
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
biarpun anak tekak kering kehausan air
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu... kepadaNya Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjai... sungguh khusyuk lagi tawadhu' tubuh,
minda, dan qalbu... bersatu memperhamba diri mengadap Rabbul Jalil...
07 August 2010
Susahnya Menjaga Hati
Susahnya menjaga hati. Sedangkan ia adalah tempat pandangan Allah. Ia merupakan wadah rebutan di antara malaikat dan syaitan. Masing-masing ingin mengisi. Malaikat dengan hidayah, syaithan dengan kekufuran. Bila tiada hidayah, ada ilmu pun tidak menjamin dapat selamat, sekalipun ilmu diperlukan. Susahnya menjaga hati. Bila dipuji, ia berbunga. Terasa luar biasa. Bila dicaci, aduh sakitnya. Pencaci dibenci. Bahkan berdendam sampai mati. Bila berilmu atau kaya, sombong mengisi dada. Jika miskin atau kurang ilmu, rendah diri pula dengan manusia. Adakalanya kecewa. Kemuncaknya putus asa.
Pada takdir yang menimpa, kita susah untuk redha. Ujian yang datang, sabar tiada. Jiwa menderita. Melihat kelebihan orang lain, hati tersiksa. Kesusahan orang lain, hati menghina. Bahkan terhibur pula. Suka menegur orang, tapi bila ditegur hati luka. Aduh susahnya menjaga hati. Patutlah ia dikatakan raja diri. Bukankah sifat sombong pakaian Raja?!
Pada takdir yang menimpa, kita susah untuk redha. Ujian yang datang, sabar tiada. Jiwa menderita. Melihat kelebihan orang lain, hati tersiksa. Kesusahan orang lain, hati menghina. Bahkan terhibur pula. Suka menegur orang, tapi bila ditegur hati luka. Aduh susahnya menjaga hati. Patutlah ia dikatakan raja diri. Bukankah sifat sombong pakaian Raja?!
09 July 2010
Esok Entah Bagaimana
Masih bernafaskah esok
Masih sempurnakah esok
Masih berdayakah esok
Masih berhartakah esok
Masih waraskah esok
ya Allah
aku tidak berdaya ya Allah melainkan dengan kuasaMu
aku tidak dapat mengubah apa-apa ya Allah melainkan dengan kehendakMu
aku tidak mempunyai apa-apa ya Allah melainkan semuanya milikMu
ya Allah
ampunilah aku ya Allah
bimbinglah aku ya Allah
berilah aku kekuatan untuk taat kepadaMu ya Allah
sesungguhnya aku hanyalah hambamu yang lemah
yang berulangkali melakukan dosa
27 May 2010
Amal dan Ikhlas
Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi redha dan rahmat-Nya.
"Mana mungkin syurga tanpa Allah dan mana mungkin neraka bersama Allah."
Maka beramal lah kerana Allah bukan kerana syurgaNya, kerana serugi-rugi tetamu adalah yang memasuki rumah dan tidak dapat bertemu dengan Tuannya.
"Mana mungkin syurga tanpa Allah dan mana mungkin neraka bersama Allah."
Maka beramal lah kerana Allah bukan kerana syurgaNya, kerana serugi-rugi tetamu adalah yang memasuki rumah dan tidak dapat bertemu dengan Tuannya.
22 May 2010
Lihatlah ke Bawah!
Dunia dengan perhiasannya demikian menyilaukan . .
Allah subhanahu wa ta'ala pun memberikannya kepada hamba yang dicintai-Nya dan kepada hamba yang tidak dicintai-Nya, sehingga kelebihan yang diperolehi seseorang dalam perkara dunia bukan jaminan dia dicintai oleh Dzat yang di atas. Berapa banyak orang yang jahat, engkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam namun dia beroleh kekayaan dan kedudukan yang tinggi. Sebaliknya, banyak hamba yang taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam tidak beroleh dunia kecuali sekadarnya. Kenapa demikian? Kerana memang dunia tiada bernilai di sisi Allah subhanahu wa ta'ala sehinggakan kata Rasul yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam:
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
"Seandainya dunia ini di sisi Allah punya nilai setara dengan sebelah sayap nyamuk nescaya Allah tidak akan memberi minum seorang kafir seteguk air pun."
[HR. At-Tirmidzi, dishahihkan al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 940]
08 May 2010
20sen Harga Iman
Beberapa tahun dahulu,ada seorang Imam yang berasal dari Thailand telah dipanggil ke Malaysia untuk menjadi Imam tetap di sebuah masjid di Malaysia .
Telah menjadi kebiasaan Imam tersebut selalu menaiki bas untuk pergi ke masjid. Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tambang dan duduk di dalam bas, dia tersedar yang pemandu bas tersebut telah memulangkan wang baki yang lebih daripada yang sepatutnya sebanyak 20 sen.
Telah menjadi kebiasaan Imam tersebut selalu menaiki bas untuk pergi ke masjid. Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tambang dan duduk di dalam bas, dia tersedar yang pemandu bas tersebut telah memulangkan wang baki yang lebih daripada yang sepatutnya sebanyak 20 sen.
25 April 2010
Kisah Bahlul dengan Tahta
Bahlul, si tolol yang bijaksana, sering menyembunyikan kecendekiaannya di balik tabir kegilaan. Dengan itu, ia dapat keluar masuk istana Harun Al-Rasyid dengan bebasnya. Sang Raja pun amat menghargai bimbingannya.
Suatu hari, Bahlul masuk ke istana dan menemukan singgasana Raja kosong. Dengan enteng, ia langsung mendudukinya. Menempati tahta Raja termasuk ke dalam kejahatan berat dan boleh dihukum mati. Para pengawal menangkap Bahlul, menyeretnya turun dari tahta, dan memukulinya. Mendengar teriakan Bahlul yang kesakitan, Raja segera menghampirinya.
Bahlul masih menangis keras ketika Raja menanyakan sebab keributan ini kepada para pengawal. Raja berkata kepada yang memukuli Bahlul, “Kasihan! Orang ini gila. Mana ada orang waras yang berani menduduki singgasana Raja?” Ia lalu berpaling ke arah Bahlul, “Sudahlah, tak usah menangis. Jangan kuatir, cepat hapus air matamu.” Bahlul menjawab, “Wahai Raja, bukan pukulan mereka yang membuatku menangis. Aku menangis karena kasihan terhadapmu!”
“Kau mengasihaniku?” Harun mengherdik, “Mengapa engkau harus menangisiku?” Bahlul menjawab, “Wahai Raja, aku cuma duduk di tahtamu sekali tapi mereka telah memukuliku dengan begitu keras. Apalagi kau, kau telah menduduki tahtamu selama dua puluh tahun. Pukulan seperti apa yang akan kau terima? Aku menangis karena memikirkan nasibmu yang malang…
22 March 2010
Only for Allaah - A Sister's Story
The morning of Thursday, November 6, 1997 my identity became clear not only to me, but to every person I would encounter from that day forward. I decided to wear the hijaab and begin to develop myself as a more conscientious Muslim woman. It was on that very day that I revealed to the world that I am a Muslim and that I was no longer afraid to be who I was.
For those of you who are unfamiliar with the term, hijaab, it literally means 'barrier' or 'something that covers or conceals completely'. In today's non-Islamic societies, the true meaning of the hijaab is often replaced with such notions as scarves, kerchiefs, or 'head-pieces' - as one of my co-workers eloquently put it. Many people are simply uneducated about the why Muslims must dress modestly and because of this profound lack of knowledge and understanding many stereotypes and misconceptions arise.
I am not going to go into the intricate details about the purpose of the hijaab or submerse myself in the ongoing debate as to whether or not the hijaab is an obligatory practice for Muslim men and women. There are many fabulous books available that go through the ins-and-outs of appropriate Muslim dress. Better yet, I implore all of you to pick up a Qur'an, and read over the verses concerning modesty and dress.
For those of you who are unfamiliar with the term, hijaab, it literally means 'barrier' or 'something that covers or conceals completely'. In today's non-Islamic societies, the true meaning of the hijaab is often replaced with such notions as scarves, kerchiefs, or 'head-pieces' - as one of my co-workers eloquently put it. Many people are simply uneducated about the why Muslims must dress modestly and because of this profound lack of knowledge and understanding many stereotypes and misconceptions arise.
I am not going to go into the intricate details about the purpose of the hijaab or submerse myself in the ongoing debate as to whether or not the hijaab is an obligatory practice for Muslim men and women. There are many fabulous books available that go through the ins-and-outs of appropriate Muslim dress. Better yet, I implore all of you to pick up a Qur'an, and read over the verses concerning modesty and dress.
Subscribe to:
Posts (Atom)




